
Apakah Memberkati Israel akan Diberkati?
Pernyataan "memberkati Israel akan diberkati"
merujuk pada janji alkitabiah yang sangat mendasar dalam tradisi Yahudi dan Kristen. Prinsip ini berakar pada keyakinan bahwa sikap seseorang atau suatu bangsa terhadap keturunan Abraham (Israel) akan menentukan berkat atau hukuman yang mereka terima dari Tuhan.
Berikut adalah poin-poin utama mengenai janji tersebut berdasarkan sumber-sumber kitab suci:
1. Asal Usul Janji (Kejadian 12:3)
Janji ini pertama kali diberikan oleh Tuhan kepada Abram (kemudian menjadi Abraham) saat ia dipanggil untuk meninggalkan tanah kelahirannya. Tuhan berfirman:
"Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.".
2. Penerusan kepada Keturunan (Ishak dan Yakub)
Janji ini bersifat turun-temurun dan ditegaskan kembali kepada keturunan Abraham yang terpilih melalui garis perjanjian:
Kepada Yakub: Dalam Kejadian 27:29, Ishak memberkati Yakub dengan kata-kata serupa: "Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia".
Melalui Nubuat Bileam: Dalam Bilangan 24:9, Bileam menubuatkan tentang bangsa Israel bahwa mereka yang memberkati mereka akan diberkati.
3. Makna bagi Dunia
Saluran Berkat: Israel dianggap sebagai saluran di mana berkat Tuhan—termasuk hukum-hukum Allah dan kedatangan Mesias—sampai kepada seluruh bangsa di dunia.
Panggilan Moral: Memberkati Israel diartikan sebagai tindakan mendukung, berdoa bagi kesejahteraan mereka, dan menghormati peran mereka dalam rencana ilahi.




